FOKUS, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pada triwulan III-2016 tercatat penyerapan tenaga kerja sebesar 276.032 orang. Angka tersebut menurun 78.707 lapangan kerja atau sekira 22,20% jika dibandingkan triwulan II-2016 sebanyak 354.739 orang.
Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengakui memang sepanjang Juli sampai September terjadi penurunan lapangan pekerjaan. Hal itu dikarenakan adanya pergeseran jenis investasi.
"Memang terjadi penurunan, karena memang proyek-proyek sekarang lebih banyak ke industri padat modal dibanding padat karya," tuturnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Angka penyerapan tenaga kerja tersebut juga jauh lebih rendah jika dibandingkan pada periode yang sama di 2015 yang mencapai 373.560. Namun, menurut Azhar, penurunan penyerapan lapangan kerja itu tidak berpengaruh terhadap realisasi investasi.
"Total penyerapan sepanjang sembilan bulan 2016 itu mencapai 960 ribu orang. Memang menurun tapi tidak berpengaruh," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan realisasi investasi dari awal tahun hingga September sudah mencapai Rp453,4 triliun. Angka tersebut hanya meningkat 10,7% jika dibandingkan capaian realisasi investasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp400 triliun.
Dari total realisasi investasi tersebut terbagi dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp295,2 triliun. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp158,2 triliun.
"Untuk PMA secara year-on-year naik 0,3% dari Rp266,8 triliun. Sementara PMDN naik 2,5% dari Rp132,2 triliun," tambah Azhar.
Azhar mengakui peningkatan tersebut memang tidak terlalu besar jika dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu. Namun, BKPM tetap optimis target realisasi investasi 2016 sebesar Rp594,8 triliun bisa tercapai. Sebab, reasliasi investasi hingga September 2016 sudah mencapai 76,2% dari target. (Okz. 27/10).

Post a Comment