Halloween party ideas 2015

Opini | Kamis, 08 Desember 2016.
Editor : Saprudin Muhamad Suhaemi



Dalam Islam Keadilan di Atas segalanya
Pengadilan Nabi Terhadap Thumah dan Seorang Yahudi

Oleh : Novy Ariansyah

Suatu hari di Madinah, Thumah bin Abiraq mencuri baju perang. Kelakuan Thumah ini dipergoki oleh pemilik baju besi itu. Khawatir tindakannya dilaporkan kepada Rasulullah, Thumah buru-buru membuang barang bukti itu ke halaman sebuah rumah. Kebetulan, rumah itu milik seorang Yahudi. 

Usai membuat alibi, Thumah buru-buru kabur ke rumah keluarga besarnya. Kepada mereka laki-laki Arab ini bercerita jujur apa yang sudah dia kerjakan, tapi di saat bersamaan dia juga meminta kaumnya bercerita bohong kepada Rasulullah SAW demi membela dirinya. Keluarganya setuju. Berbondong-bondong mereka mendatangi Nabi SAW lalu menggebu-gebu merekayasa laporan bahwa si Yahudi telah mencuri baju besi milik seorang kaum Anshar. 

Dengan cara yang sangat taktis, orang-orang ini berhasil memprovokasi Nabi, hingga Ia yakin bahwa Yahudi itu memang bersalah. Apalagi di tangan si Yahudi itu ada barang bukti. Rasulullah Saw hampir saja menjatuhkan vonis bersalah kepada si Yahudi itu kalau saja Jibril as tidak turun dari langit lalu menghentikan tindakan Muhammad SAW. Rupanya Allah tidak rela kekasih-Nya terjebak dalam kesalahan saat memutuskan perkara hanya karena provokasi dan demonstrasi. 

Allah kemudian mengingatkan utusan-Nya yang agung itu lewat firman-Nya yang diabadikan dalam QS An-Nisaa ayat 105: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.''

Demikianlah, lebih dari 1400 tahun lalu, sejatinya Islam telah mengajarkan umat manusia sedunia bagaimana seharusnya sebuah peradaban tinggi (high civilization) didirikan. Ciri-ciri peradaban serupa ini adalah ditegakkannya kebenaran kendati pahit dirasakan. Dalam kasus Thumah, kebanyakan orang tampaknya cenderung berpendapat mestinya Muhammad Saw sebagai pemimpin Islam membela Thumah yang juga pengikut agama Islam. Tapi fakta sejarah berkata lain. Lewat kasus Thumah, Allah membimbing utusan-Nya untuk bertindak benar guna melahirkan sebuah peradaban tingkat tinggi yang tiada duanya di muka Bumi ini. 

Kemudian korelasinya dengan situasi masyarakat bangsa Indonesia sekarang ini yang tengah menghadapi pergolakan sosial terkait “Kasus Ahok” bangsa Indonesia kini diuji untuk melewati masa krisis yang pernah dilewati masyarakat muslim di Madinah di era Nabi itu. 

Adakah si Yahudi benar-benar mencuri baju besi seperti yang disangkakan padanya? Sebuah pengadilan yang fair harus digelar. Adakah Ahok benar-benar bersalah dalam kasus penistaan Qur'an yang disangkakan kepadanya? Sebuah pengadilan yang fair juga harus digelar. 

Bukan demonstrasi yang berhak menentukan salah atau benarnya seorang tersangka, melainkan sebuah lembaga pengadilan. Inilah yang ditunjukkan akhlak Islam lewat vonis yang dijatuhkan Nabi SAW pada Thumah. Inilah yang diajarkan Allah dari langit untuk kita umat manusia.

Post a Comment

GEMIRA Lampung

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgyBU9hIcRLQoXMle_XSZQhqhwcCFT2WmFHBKKpAji3745cWzlqCAQ4KBfmOMNJIE0DsT1hQDt6z9vL_gT130QoAQHhwAGBI5Z7JMgJ4aQlY6QTVxsd3F6Q3uoAfwDw6iEIe9X6hohPXyskOw0VAOhbLUrjyyUYFIMXscyTikFrklcKHtL5JNAKbf1YB70=s276} GEMIRALAMPUNG.COM adalah portal berita terkini provinsi lampung {facebook#https://www.facebook.com/Lampung-Siger-112788135918185} {twitter#https://twitter.com/gemiralampung} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#https://www.pinterest.com/gemiralampung/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCQyVKhTU6KnMdpXd3qAuAyg} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}
Powered by Blogger.