![]() |
| KH. Ahmad Mustofa Bisri. |
Ulama karismatik tersebut mengaku prihatin atas merebaknya hoax. Gus Mus mengaku beberapa kali menjadi sasaran dari berita bohong. "Gambar-gambar saya ada di mana-mana disertai tulisan yang bukan omongan saya, yang kenal saya pasti tahu bahwa itu bukan saya," tutur dia.
Gus Mus berujar, masyarakat yang menolak hoax secara tidak sadar justru ikut menyebarkannya ke masyarakat luas. "Kadang kita ikut menyebarkan tanpa sengaja, ikut 'meretweet' disertai pertanyaan 'ini hoax tidak ya?', padahal itu sudah menyebarkan," tutur dia.
Oleh karena itu, kata Gus Mus, orang baik dan para cerdik pandai harus turun langsung mengedukasi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat harus pandai menyaring berita dengan memanfaatkan fitur khusus di setiap media sosial.
"Setiap media sosial sudah menyediakan fasilitas untuk menyaring, kalau tidak mau membaca 'hoax' ya dibisukan (mute), 'unfollow' atau cara lain yang telah disediakan," kata Gus Mus.
Gus Mus sempat meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk menceritakan beberapa pengalaman selama kampanye Pilkada. Juga soal kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga ikut mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi melawan berita hoax di media sosial. "Saya juga sering kena hoax, kena 'bully' juga. Semakin dijawab semakin dibully, saya kadang ketawa-ketawa sendiri membacanya," tutur Ganjar.
Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta rombongan diajak Gus Mus untuk menunaikan ibadah salat Maghrib secara berjamaah.
ANTARA

Post a Comment